TKB0
37.46%
TKB30
100%
TKB60
100%
TKB90
62.54%
Kekurangan modal adalah tantangan umum yang dihadapi oleh banyak pengusaha, terutama di tahap awal bisnis atau saat mengalami ekspansi. Meskipun masalah ini bisa menjadi hambatan, bukan berarti menghentikan pertumbuhan bisnis Anda. Ada beberapa strategi yang dapat Anda gunakan untuk mengatasi masalah kekurangan modal dan tetap menggerakkan bisnis Anda maju. 1. Pendanaan Sendiri atau Bootstrapping: Memanfaatkan Sumber Daya Internal Salah satu cara utama untuk mengatasi kekurangan modal adalah dengan memanfaatkan dana pribadi atau sumber daya internal. Ini bisa melibatkan penggunaan tabungan pribadi, aset yang bisa dijual, atau bahkan pekerjaan sampingan untuk mendukung bisnis Anda dalam tahap awal. 2. Mencari Investor atau Mitra Bisnis: Kolaborasi untuk Pertumbuhan Mengajak investor atau mitra bisnis bisa menjadi langkah penting dalam mengatasi kekurangan modal. Investor atau mitra bisa memberikan modal, sumber daya, atau pengetahuan yang diperlukan untuk membantu bisnis Anda tumbuh. 3. Pinjaman Bisnis: Memanfaatkan Sumber Eksternal Memperoleh pinjaman bisnis dari bank, lembaga keuangan, atau platform P2P lending bisa menjadi cara untuk mengatasi kekurangan modal. Pastikan Anda memahami syarat dan suku bunga dengan baik sebelum mengambil langkah ini. 4. Crowdfunding: Mengumpulkan Dana dari Masyarakat Crowdfunding adalah cara populer untuk mengumpulkan dana dari berbagai orang yang tertarik dengan bisnis Anda. Platform crowdfunding memungkinkan Anda mencapai target dana dengan membagikan proyek atau visi bisnis Anda kepada masyarakat. 5. Subsidi Pemerintah atau Bantuan Non-Profit: Sumber Dana Tambahan Pemerintah atau organisasi non-profit sering kali menawarkan program subsidi atau bantuan untuk membantu pengusaha yang menghadapi kesulitan keuangan. Cari tahu apakah ada program yang sesuai dengan situasi bisnis Anda. 6. Skalabilitas Bisnis: Fokus pada Pendapatan dan Pengembangan Skalabilitas bisnis adalah kemampuan bisnis Anda untuk tumbuh dengan cepat tanpa perlu meningkatkan biaya secara proporsional. Fokus pada pendapatan dan strategi pengembangan yang efektif dapat membantu Anda meningkatkan aliran kas dan mengatasi kekurangan modal. 7. Pelajari Keuangan dan Manajemen Keuangan: Pengelolaan yang Bijaksana Pemahaman yang kuat tentang keuangan dan manajemen keuangan adalah kunci untuk mengatasi kekurangan modal. Pelajari bagaimana mengelola aliran kas, memantau pengeluaran, dan mengidentifikasi peluang untuk mengurangi biaya. 8. Kreativitas dalam Pemasaran: Meningkatkan Penjualan Salah satu cara untuk mengatasi kekurangan modal adalah dengan meningkatkan penjualan. Gunakan kreativitas dalam strategi pemasaran Anda untuk menjangkau pelanggan baru atau meningkatkan penjualan kepada pelanggan yang sudah ada. Mengatasi masalah kekurangan modal memerlukan kombinasi strategi dan ketekunan. Dari mencari investor hingga memanfaatkan sumber daya internal, ada banyak cara untuk mengatasi tantangan ini. Yang paling penting adalah memahami kondisi keuangan bisnis Anda dengan baik dan mencari solusi yang paling cocok dengan situasi Anda. Dengan strategi yang tepat, Anda dapat mengatasi kekurangan modal dan mendorong bisnis Anda menuju pertumbuhan yang berkelanjutan.
Sep 05, 2023Avantee telah mengadakan sosialisasi fintech "Ngopi Pintar"Peer to peer Lending (Cara Cerdas Investasi dan Mencari Pinjaman Dana) AcaraTalkshow & Exhibiton sosialisasi fintech ini dihadiri oleh para mahasiswa, dosen dan masyarakat sekitar. Sosialisasi ini bertujuan untuk mendukung program OJK dalam rangka meningkatkan Literasi dan Edukasi keuangan kepada masyarakat khususnya industri Fintech P2P Lending. Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=SK5z-LuHV3w&t=13s
Aug 11, 2020Dalam dunia keuangan yang semakin kompleks, skor kredit menjadi elemen kunci dalam menilai kesehatan keuangan seseorang. Credit scoring, atau skor kredit, adalah metode evaluasi yang digunakan oleh lembaga keuangan untuk menilai sejauh mana seseorang atau entitas dapat dipercaya dalam membayar pinjaman atau kewajiban keuangan lainnya. Artikel ini akan membahas apa itu credit scoring, bagaimana skor kredit dihitung, mengapa penting untuk Anda, dan bagaimana mempengaruhi kehidupan keuangan Anda. Apa Itu Credit Scoring? Credit scoring adalah metode analisis statistik yang digunakan oleh lembaga keuangan untuk menilai risiko kredit dari seorang individu atau entitas. Tujuannya adalah untuk memprediksi kemampuan seseorang membayar utang atau pinjaman. Skor kredit didasarkan pada informasi historis keuangan seperti riwayat pembayaran, jumlah utang, lama kredit, dan faktor lain yang relevan. Bagaimana Skor Kredit Dihitung? Proses perhitungan skor kredit melibatkan beberapa faktor utama: 1. Riwayat Pembayaran (35%): Kemampuan Anda untuk membayar tagihan tepat waktu sangat penting. Keterlambatan pembayaran dapat berdampak negatif pada skor kredit Anda. 2. Jumlah Utang yang Dibawa (30%): Persentase jumlah utang yang Anda miliki dibandingkan dengan total kredit yang tersedia juga mempengaruhi skor kredit Anda. 3. Lama Riwayat Kredit (15%): Lama Anda memiliki akun kredit memengaruhi skor kredit Anda. Semakin lama, semakin baik. 4. Jenis Kredit yang Dimiliki (10%): Kombinasi dari jenis utang, seperti kartu kredit, pinjaman mobil, atau hipotek, juga memiliki dampak pada skor kredit. 5. Permohonan Kredit Baru (10%): Setiap kali Anda mengajukan permohonan kredit baru, ini dapat mempengaruhi skor kredit Anda. Permohonan terlalu sering dapat diartikan sebagai tanda keuangan yang tidak stabil. Mengapa Skor Kredit Penting? 1. Pengajuan Pinjaman: Skor kredit mempengaruhi kemungkinan Anda disetujui atau ditolak saat mengajukan pinjaman. Semakin tinggi skor kredit, semakin besar peluang Anda untuk mendapatkan pinjaman dengan suku bunga yang lebih baik. 2. Suku Bunga: Skor kredit juga memengaruhi suku bunga yang Anda dapatkan. Skor kredit yang lebih tinggi dapat menghasilkan suku bunga yang lebih rendah, mengurangi biaya total pinjaman. 3. Persetujuan Sewa atau Leasing: Skor kredit juga digunakan oleh pemilik properti atau perusahaan sewa untuk menilai apakah Anda layak untuk disewa atau menyewa. 4. Kewajiban Keuangan Lainnya: Banyak perusahaan asuransi, penyedia layanan utilitas, dan pemberi lisensi telepon menggunakan skor kredit untuk menentukan apakah Anda memenuhi syarat untuk layanan tersebut. Cara Meningkatkan Skor Kredit Jika Anda ingin meningkatkan skor kredit Anda, berikut beberapa langkah yang dapat Anda ambil: 1. Bayar Tagihan Tepat Waktu: Prioritaskan membayar tagihan tepat waktu untuk membangun riwayat pembayaran yang baik. 2. Kurangi Utang: Usahakan untuk mengurangi utang yang Anda miliki agar persentase utang terhadap total kredit lebih rendah. 3. Jaga Permohonan Kredit Baru: Hindari mengajukan terlalu banyak permohonan kredit dalam waktu singkat. 4. Perpanjang Riwayat Kredit: Jika memungkinkan, pertahankan akun kredit yang lebih lama untuk memperpanjang lama riwayat kredit Anda. Credit scoring memiliki peran krusial dalam kehidupan finansial modern. Memahami bagaimana skor kredit dihitung dan mengapa penting dapat membantu Anda mengelola keuangan Anda dengan lebih baik. Dengan membangun skor kredit yang baik, Anda dapat mendapatkan akses lebih mudah ke pinjaman, suku bunga yang lebih rendah, dan kesempatan keuangan yang lebih baik secara keseluruhan.
Aug 22, 2023Kesehatan finansial merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu tantangan utama yang sering dihadapi oleh banyak orang adalah masalah utang. Namun, jangan khawatir, karena ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengatasi utang dan meningkatkan kesehatan finansial Anda. 1. Evaluasi dan Pahami Utang Anda: Pertama-tama, identifikasi dan pahami seluruh utang Anda. Catat jumlah utang, tingkat bunga, dan jatuh tempo pembayaran. Dengan pemahaman yang baik, Anda dapat mengambil langkah-langkah yang lebih efektif. 2. Prioritaskan Utang dengan Bunga Tinggi: Fokus pada pelunasan utang yang memiliki tingkat bunga tertinggi. Dengan melunasi utang ini lebih dulu, Anda dapat mengurangi beban bunga yang harus dibayar dan menghemat lebih banyak uang dalam jangka panjang. 3. Buat Anggaran: Buatlah anggaran yang realistis dan terukur. Hitung penghasilan, keluaran, dan alokasikan dana untuk pelunasan utang. Disiplin dalam mengikuti anggaran membantu mencegah penumpukan utang baru. 4. Hemat Pengeluaran: Tinjau kebiasaan pengeluaran Anda dan cari cara untuk menghemat uang. Pertimbangkan untuk memotong pengeluaran yang tidak perlu dan alokasikan uang tersebut untuk melunasi utang. 5. Cari Pendapatan Tambahan: Pikirkan tentang cara untuk meningkatkan pendapatan Anda. Mungkin ada peluang kerja paruh waktu, pekerjaan lepas, atau keterampilan yang dapat di-monetize untuk membantu melunasi utang lebih cepat. 6. Renegotiasi Tingkat Bunga: Hubungi kreditur Anda untuk mempertimbangkan negosiasi tingkat bunga. Dalam beberapa kasus, kreditur bersedia menurunkan tingkat bunga untuk membantu Anda melunasi utang dengan lebih mudah. 7. Gunakan Pendekatan Salju Utang: Terapkan pendekatan salju utang dengan melunasi utang terkecil terlebih dahulu. Setelah utang terkecil selesai, gunakan uang yang biasanya dialokasikan untuk utang tersebut untuk melunasi utang berikutnya. Ini memberikan rasa pencapaian yang dapat memotivasi Anda untuk terus melunasi utang. 8. Hindari Utang Baru: Selama proses pelunasan utang, hindari mengambil utang baru kecuali sangat diperlukan. Fokus pada pengeluaran dan pengelolaan uang yang bijak untuk mencegah penumpukan utang baru. 9. Manfaatkan Dana Darurat: Jika memungkinkan, pertimbangkan untuk menggunakan dana darurat Anda untuk melunasi sebagian utang. Namun, pastikan untuk mempertimbangkan konsekuensi dan kemungkinan perlu membangun kembali dana darurat setelahnya. 10. Konsultasikan dengan Ahli Keuangan: Jika merasa kesulitan mengatasi utang, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli keuangan atau penasihat keuangan. Mereka dapat memberikan saran yang disesuaikan dengan situasi keuangan Anda. Dengan mengambil langkah-langkah ini, Anda dapat mengatasi utang dan membangun fondasi keuangan yang lebih kuat. Ingatlah bahwa perubahan keuangan tidak terjadi secara instan, tetapi dengan konsistensi dan disiplin, Anda dapat mencapai kesehatan finansial yang lebih baik.
Oct 10, 2023Selamat datang di era revolusi keuangan, di mana Fintech P2P Lending menjadi pahlawan tak terduga. Mari kita eksplorasi bagaimana perannya menciptakan ekosistem finansial yang lebih inklusif dan inovatif untuk masa depan. 1. Perkenalan dengan P2P Lending: Menghapus Batasan Tradisional P2P Lending, atau Pinjaman Peer-to-Peer, memotong perantara perbankan tradisional dan membuka pintu bagi peminjam dan pemberi pinjaman untuk terhubung secara langsung. Tanpa birokrasi berat, prosesnya lebih cepat, lebih sederhana, dan memberikan kebebasan finansial kepada semua pihak. 2. Inovasi dalam Proses Pinjaman: Mudah, Cepat, dan Transparan Salah satu daya tarik utama P2P Lending adalah proses pinjaman yang lebih mudah. Dari pengajuan hingga persetujuan, semuanya dapat dilakukan secara daring dalam hitungan hari. Transparansi juga menjadi kunci, memberikan peminjam dan pemberi pinjaman visibilitas yang lebih besar terhadap seluruh proses. 3. Inklusi Keuangan untuk Semua: Membuka Pintu untuk Yang Terpinggirkan Fintech P2P Lending membawa perubahan sosial dengan memberikan akses keuangan kepada mereka yang sebelumnya diabaikan oleh sistem perbankan. Individu dan bisnis kecil yang sulit mendapatkan pinjaman kini dapat merasakan manfaat inklusi keuangan. 4. Peluang Investasi yang Menarik: Diversifikasi Portofolio dengan Mudah P2P Lending tidak hanya menguntungkan peminjam, tetapi juga memberikan peluang investasi yang menarik bagi mereka yang ingin menjadi pemberi pinjaman. Dengan berbagai pilihan profil risiko, pemberi pinjaman dapat dengan mudah mendiversifikasi portofolio mereka. 5. Teknologi untuk Keamanan dan Efisiensi: Blockchain dan Lapisan Keamanan Tinggi Fintech P2P Lending menerapkan teknologi blockchain untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi. Transaksi yang tercatat dalam rantai blok memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi, sementara lapisan keamanan tambahan melindungi data finansial pengguna. Menuju Masa Depan Keuangan yang Lebih Cerdas: Tantangan dan Peluang Seiring dengan pertumbuhan Fintech P2P Lending, ada tantangan dan peluang yang harus dihadapi. Penting bagi peminjam dan pemberi pinjaman untuk tetap terhubung dengan perkembangan terbaru dan memahami cara mengelola risiko dalam ekosistem yang dinamis ini. Fintech P2P Lending telah merubah cara kita memandang keuangan. Dengan inovasi yang terus berkembang, perannya dalam membentuk ekosistem finansial masa depan tidak boleh diabaikan. Mari bersama-sama mendekati masa depan keuangan yang lebih inklusif, efisien, dan cerdas.
Nov 07, 2023Pada tanggal 16 Mei 2019 di Universitas Tanjungpura, Pontianak Avantee mengikuti Kegiatan sosialisasi bersama dengan beberapa fintech lain Dengan tema "Fintech goes to Campus" Acara diselenggarakan di Aula Magister Ilmu Sosial ini dihadiri oleh sebagia besar mahasiswa, dosen dan masyarakat sekitar Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi mahasiswa dalam memperkenalkan industri fintech sebagai pelopor inovasi teknologi keuangan jyga mendorong mahasiswa dalam memainkan perannya untuk kemajuan perekonomian Indonesia Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=ulc25DmwWRs
Aug 11, 2020