List Pertanyaan yang paling sering diajukan

Avantee Capital adalah platform teknologi finansial (“tekfin”) yang dikelola oleh PT Grha Dana Bersama (“GDB”), yang didirikan dan berkedudukan di Jakarta pada tanggal 17 Juli 2017 oleh sekelompok eksekutif yang memiliki latar belakang perbankan komersial, perbankan investasi, dan konsultan teknologi informasi. Total pengalaman yang dimiliki oleh para pendiri GDB melampaui 125 tahun. Dewan Komisaris diisi oleh Roy Arman Arfandy sebagai Komisaris Utama, dan Erwin Hartono Alamsyah sebagai Komisaris. Adapun Dewan Direksi terdapat Laurentius Firman Wiranata sebagai Direktur Utama, Minto Lim sebagai Wakil Direktur Utama/Direktur Risiko & Kepatuhan, dan Micha Okto Charles Tampubolon sebagai Direktur Bisnis.

Pembiayaan Proyek/Kontrak, Pembiayaan Tagihan Piutang/Invoice, dan PO Refinancing.

Sudah umum rasanya kita dengar bahwa suatu perusahaan sering kali harus melalui suatu prosedur yang memakan banyak waktu, tenaga dan pikiran untuk mendapatkan tender suatu proyek/kontrak. Belum lagi persaingan ketat dengan perusahaan-perusahaan lain yang tentunya ingin mendapatkan proyek/kontrak tersebut.

Beberapa contoh apa itu Proyek, bisa berupa proyek pengaspalan jalan, proyek pembangunan rumah, proyek pembuatan sistem komputerisasi, dll. Sedangkan contoh apa itu Kontrak, bisa berupa kontrak penyediaan bahan makanan ke hotel, kontrak pembuatan stan pameran, kontrak pengadaan kendaraan sewa, dsb.

Setelah berhasil mendapatkan proyek/kontrak yang diimpikan, timbul masalah selanjutnya yang kerap kali muncul yaitu kekurangan modal usaha untuk menjalankan proyek/kontrak yang telah dimenangkan.

Pembiayaan melalui institusi keuangan konvensional seperti Bank atau BPR sering kali terbentur masalah jaminan kredit. Meskipun memiliki pengalaman yang mumpuni, agak sulit rasanya bagi pelaku usaha UKM untuk mendapatkan pendanaan hanya dengan bermodalkan Surat Perintah Kerja (SPK) Proyek atau Kontrak tersebut.

Kekurangan modal usaha bisa berisiko kegagalan dalam memenuhi tugas dan kewajiban sebagaimana yang telah disyaratkan oleh pemberi proyek/kontrak. Bukannya tidak mampu, tapi bagaimana mau kerja kalau modalnya kurang.

Imbas dari kegagalan ini tentunya image perusahaan akan menjadi rusak, dan selanjutnya perusahaan yang bersangkutan tidak akan dipercaya lagi untuk mengikuti tender proyek-proyek/kontrak-kontrak lainnya.

Bagaimana Avantee Capital dapat membantu anda mengatasi masalah diatas ?

Kami hadir dengan produk inovatif yaitu Pembiayaan Proyek/Kontrak. Alternatif pembiayaan ini memungkinkan SPK Proyek/Kontrak anda dijadikan sebagai dasar untuk mendapatkan pembiayaan. Dana yang diperoleh tentu akan sangat membantu anda dalam menyelesaikan proyek/kontrak dengan baik dan tepat waktu.

Mari kita lihat bagaimana garis besar alur kerja untuk mendapatkan Pembiayaan Proyek/Kontrak :

  1. Akses ke platform Pinjaman Avantee Capital,
  2. Pengajuan pembiayaan dengan mengisi sejumlah informasi yang diminta, dan mengunggah beberapa dokumen terkait, termasuk SPK Proyek/Kontrak,
  3. Selanjutnya tim analis kami akan melakukan analisa atas semua informasi dan dokumen yang telah diberikan,
  4. Apabila dinilai layak, maka perusahaan anda akan mendapatkan akses pendanaan melalui marketplace Avantee Capital,
  5. Pembiayaan untuk produk ini maksimum 80% dari nilai proyek/kontrak, tergantung jenis pekerjaan, dan cara pembayaran, seperti apakah ada DP atau termin,

    Contoh :

    PT ABC menerima proyek pengaspalan jalan dengan nilai proyek sebesar Rp 1 milyar dengan uang muka sebesar Rp 100 juta. Dengan asumsi PT ABC memperoleh maksimum pembiayaan sebesar 80%, maka jumlah pembiayaan yang diperoleh adalah 80% x (Rp 1 milyar - Rp 100 juta = Rp 900 juta) = Rp 720 juta.

    PT XYZ mendapat kontrak supply daging kepada sebuah hotel berbintang dengan nilai kontrak sebesar Rp 200 juta. Dengan asumsi PT XYZ memperoleh maksimum pembiayaan sebesar 70%, maka jumlah pembiayaan yang diperoleh adalah 70% x Rp 200 juta = Rp 140 juta

  6. Jika berhasil didanai investor, setelah dipotong komisi marketplace (berkisar antara 1.5%-7.0% flat, tergantung jangka waktu pinjaman), Avantee Capital akan mencairkan dana yang terkumpul tersebut ke rekening perusahaan anda,
  7. Selama jangka waktu pinjaman, perusahaan anda harus membayar bunga bulanan sebagaimana yang telah ditentukan sebelumnya (berkisar antara 13% per tahun - 20% per tahun, tergantung penilaian risiko kredit perusahaan dan proyek/kontrak yang bersangkutan),

    Contoh :

    PT ABC diatas yang menerima pinjaman sebesar Rp 720 juta (sebelum dipotong komisi administrasi) dengan jangka waktu 3 bulan dan bunga pinjaman sebesar 15% per tahun. Maka bunga yang harus dibayarkan oleh PT ABC setiap bulan adalah Rp 720 juta x 15% x 30/360 = Rp 9 juta

  8. Pada saat tanggal jatuh tempo pinjaman, yang mana telah disesuaikan dengan prakiraan tanggal pembayaran oleh pemberi proyek/kontrak, hutang pokok dan bunga harus dilunasi, dan dana nya dikembalikan kepada para investor yang telah membiayai.

Yang menarik dalam Pembiayaan Proyek/Kontrak ini adalah apabila perusahaan anda mendapat proyek/kontrak dari perusahaan-perusahaan ternama, baik itu perusahaan pemerintah atau swasta, dan perusahaan anda memiliki rekam jejak yang baik dengan perusahaan-perusahaan tersebut, maka kemungkinan perusahaan anda mendapatkan pinjaman akan jauh lebih besar.

Salah satu persoalan klasik yang kerap kali menjadi momok para pelaku usaha adalah tagihan piutang/invoice yang sering tertunda pembayarannya dengan beribu macam alasan.Apalagi dalam kondisi perekonomian sekarang ini yang cenderung agak kurang kondusif, persoalan keterlambatan pembayaran ini makin sering terjadi.

Ini tentu berarti diperlukannya modal kerja tambahan untuk menambal arus kas/cash flow akibat belum tertagihnya piutang/ invoice. Bagi para pelaku usaha yang relatif besar dan memiliki fasilitas kredit perbankan yang cukup, tentu saja hal ini bukan menjadi masalah besar. Bahkan masalah ini bisa diputar balikan menjadi suatu peluang untuk memperbesar pangsa pasar.

Namun bagaimana dengan UKM yang pada umumnya hanya memiliki modal kerja pas-pasan dihadapkan pada masalah keterlambatan pembayaran tagihan piutang/invoice ? Tentu saja bisnis akan sangat terganggu karena modal tidak lagi mencukupi untuk menutupi biaya-biaya operasional. Pencairan tagihan piutang yang tadinya diharapkan untuk memperpanjang nafas tidak kunjung datang. Akibat terjelek dari kejadian ini bisa mengakibatkan pelaku usaha UKM gulung tikar dan pasrah melihat usaha mereka diambil oleh pelaku-pelaku usaha yang lebih besar dan kuat.

Apakah Avantee Capital dapat memberikan jalan keluar bagi para pelaku bisnis UKM dalam menghadapi masalah ini ? Tentu saja bisa... Pembiayaan Tagihan Piutang/Invoice solusinya... Sebagai alternatif pembiayaan, Pembiayaan Tagihan Piutang/Invoice memungkinkan tagihan piutang/invoice anda dijadikan dasar transaksi (underlying transaction) untuk mendapatkan modal kerja tambahan untuk menggerakan roda bisnis, mampu mengambil peluang bisnis yang sebelumnya tidak memungkinkan karena kekurangan modal, dan pada akhirnya bisnis anda semakin maju karena mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya.

Bagaimana cara mendapatkan Pembiayaan Tagihan Piutang/Invoice ? Mari kita lihat bagaimana garis besar alur kerja :

  1. Akses ke platform Pinjaman Avantee Capital,
  2. Pengajuan pembiayaan dengan mengisi sejumlah informasi yang diminta, dan mengunggah beberapa dokumen terkait, termasuk PO/SPK dan Tagihan/Invoice,
  3. Selanjutnya tim analis kami akan melakukan analisa atas semua informasi dan dokumen yang telah diberikan,
  4. Apabila dinilai layak, maka perusahaan anda akan mendapatkan akses pendanaan melalui marketplace Avantee Capital,
  5. Pembiayaan untuk produk ini maksimum 90% dari nilai tagihan, tergantung jenis pekerjaan,

    Contoh :

    PT ABC memasok perangkat komputer kepada sebuah bank senilai Rp 500 juta. Setelah perangkat diterima dan di tes dengan baik, pihak bank memberikan persetujuan tertulis untuk membayar tagihan/invoice yang diajukan dengan tenggang waktu pembayaran 3 bulan. Dengan asumsi PT ABC memerlukan modal kerja untuk proyek-proyek lainnya, PT ABC menggunakan platform Avantee Capital untuk Pembiayaan Tagihan Piutang/Invoice dari bank tersebut diatas, dan memperoleh maksimum pembiayaan sebesar 90% yang berarti 90% x Rp 500 juta = Rp 450 juta.

  6. Jika berhasil didanai investor, setelah dipotong komisi marketplace (berkisar antara 1.5%-7% flat, tergantung jangka waktu pinjaman), Avantee Capital akan mencairkan dana yang terkumpul tersebut ke rekening perusahaan anda,
  7. Selama jangka waktu pinjaman, perusahaan anda harus membayar bunga bulanan sebagaimana yang telah ditentukan sebelumnya (berkisar antara 13% per tahun - 20% per tahun, tergantung penilaian risiko kredit perusahaan anda dan perusahaan klien anda yang bersangkutan),
  8. Pada saat tanggal jatuh tempo pinjaman, yang mana telah disesuaikan dengan prakiraan tanggal pembayaran tagihan piutang/invoice, hutang pokok dan bunga harus dilunasi, dan dana nya dikembalikan kepada para investor yang telah membiayai.

Yang menarik dalam Pembiayaan Tagihan Piutang/Invoice ini adalah apabila perusahaan anda mendapat tagihan piutang/invoice yang berasal dari perusahaan-perusahaan ternama, baik itu perusahaan pemerintah atau swasta, dan perusahaan anda memiliki rekam jejak yang baik dengan perusahaan-perusahaan tersebut, maka kemungkinan perusahaan anda mendapatkan pinjaman akan jauh lebih besar.

Pengelolaan arus kas suatu perusahaan tidak lah semudah yang dibayangkan orang. Ada hal-hal diluar prakiraan yang menggangu pemasukan kas, seperti penjualan diluar target, terlambatnya pembayaran tagihan piutang, biaya operasional yang membengkak, dan sebagainya.

Sedangkan kewajiban pembayaran kepada pihak ketiga, seperti pelunasan pembelian barang dagangan, pembelian bahan baku/bahan penunjang, pembelian mesin/suku cadang, dan sebagainya, tidak dapat ditunda lagi karena sudah jatuh tempo. Penundaan pembayaran dapat mengakibatkan berkurangnya atau hilangnya kepercayaan dari para supplier. Pengiriman barang/mesin/suku cadang berisiko tersendat, yang ujungnya bisa berimbas buruk terhadap kelancaran perdagangan atau produksi.

PO/Tagihan Utang sudah dibayar, tapi ironisnya pemasukan kas ternyata tidaklah sesuai dengan perhitungan kita. Kebutuhan kas untuk kelancaran bisnis/usaha menjadi timpang. Bagaimana menyiasati keadaan ini ?

Avantee Capital memberikan solusi melalui alternatif pembiayaan, yaitu PO Refinancing. PO/Tagihan Utang yang telah anda bayarkan akan dijadikan sebagai dasar peminjaman (underlying transaction) untuk mendapat dana segar guna menunjang usaha anda.

Bagaimana cara mendapatkan PO Refinancing ? Kita lihat garis besar alur kerjanya :

  1. Akses ke platform Pinjaman Avantee Capital,
  2. Pengajuan pembiayaan dengan mengisi sejumlah informasi yang diminta, dan mengunggah beberapa dokumen terkait, termasuk PO, Tagihan/Invoice dari pihak penjual, dan Bukti Bayar/Transfer Bank,
  3. Selanjutnya tim analis kami akan melakukan analisa atas semua informasi dan dokumen yang telah diberikan,
  4. Apabila dinilai layak, maka perusahaan anda akan mendapatkan akses pendanaan melalui marketplace Avantee Capital,
  5. Pembiayaan untuk produk ini maksimum 70% dari nilai PO/Tagihan Utang, tergantung jenis produk/jasa yang dibeli,
  6. Tanggal pengajuan pinjaman dan tanggal pelunasan PO/Tagihan Utang berjarak tidak lebih dari 14 (empat belas) hari kalendar,
  7. Maksimum jangka waktu hutang adalah 3 (tiga) bulan,

    Contoh :

    PT AAA membuka PO untuk membeli 2 ton daging sapi senilai Rp 250 juta. Tagihan utang sudah dilunasi. Seminggu sesudah pelunasan, PT AAA tiba-tiba dihadapkan pada kekurangan arus kas senilai Rp 150 juta. Untuk menutupi kebutuhan kas tersebut, PT AAA mengakses platform Avantee Capital untuk pengajuan PO Refinancing. Dengan pembiayaan maksimum sebesar 70% dari nilai PO/Tagihan Utang = 70% x Rp 250 juta – Rp 175 juta, dan jangka waktu pembayaran dan pengajuan pinjaman adalah 7 hari, maka proposal sebesar Rp 150 juta dapat dipertimbangkan.

  8. Jika berhasil didanai investor, setelah dipotong komisi marketplace (berkisar antara 1.5%-5% flat, tergantung jangka waktu pinjaman), Avantee Capital akan mencairkan dana yang terkumpul tersebut ke rekening perusahaan anda,
  9. Selama jangka waktu pinjaman, perusahaan anda harus membayar bunga bulanan sebagaimana yang telah ditentukan sebelumnya (berkisar antara 13% per tahun - 20% per tahun, tergantung penilaian risiko kredit perusahaan anda dan perusahaan klien anda yang bersangkutan),
  10. Hutang pokok dan bunga harus dilunasi pada saat jatuh tempo, dan dana nya dikembalikan kepada para investor yang telah membiayai.

Peer-to-Peer (P2P) Lending, atau sering juga disebut sebagai Peer-to-Peer Marketplace, Social Lending, atau juga Person-to-Person Lending merupakan kegiatan pemberian pinjaman/hutang melalui suatu platform tekfin yang mempertemukan antara peminjam dan pemberi pinjaman/investor.

Kegiatan pendanaan suatu usaha berbasis hutang dengan cara patungan atau mengumpulkan uang dari sejumlah investor. Penggalangan dana ini memiliki batas waktu tertentu dan prosesnya dilakukan melalui suatu platform tekfin.

Sering kali kita menemui keadaan dimana seseorang ingin meminjam untuk keperluan modal usaha. Mengharap bantuan dari lembaga keuangan konvensional seperti bank, leasing atau sejenisnya, sangat sulit karena terbentur masalah klasik seperti ketiadaan jaminan atau jaminan tidak cukup. Faktor-faktor seperti rekam jejak usaha/pemilik usaha yang bersih, prospek usaha yang bagus, dan dasar peminjaman (underlying transaction) yang jelas ternyata tidak cukup untuk menggerakan lembaga keuangan konvensional tersebut untuk mengucurkan pinjaman.

Dilain pihak, kita juga sering mendengar ada orang-orang yang memiliki dana berlebih dan ingin mendapatkan imbal hasil lebih tinggi daripada produk-produk keuangan konvensional seperti tabungan, deposito, atau sejenisnya. Untuk meminjamkan uang kepada pihak-pihak yang memerlukan seperti contoh diatas juga ragu-ragu karena tidak kenal dan tidak memiliki kompetensi untuk menganalisa risiko-risiko yang ada. Kalau salah pinjam, bisa-bisa uang yang telah ditanamkan itu ludes tidak dibayar. Bukannya untung malah buntung.

Untuk itu lah Peer-to-Peer Lending berbasis teknologi informasi hadir menjembatani kebutuhan peminjam dan investor, yang diakomodir dalam suatu media atau wadah yang disebut Marketplace.

Avantee Capital bertindak sebagai pengelola Marketplace ini. Adalah tugas Avantee Capital untuk menganalisa semua risiko-risiko yang ada, sebelum memutuskan apakah seorang peminjam layak untuk mendapat tempat di Marketplace. Proses ini kami lakukan secara hati-hati/prudent guna melindungi kepentingan investor.

Definisi Marketplace dalam bahasa sederhananya adalah “Pasar Online”. Dalam kasus Peer-to-Peer Lending, pasar ini akan mempertemukan peminjam dan pemberi pinjaman. Tujuan utama Marketplace adalah terpenuhinya suatu proposal pendanaan dengan bunga pinjaman yang kompetitif untuk pihak peminjam, dan imbal hasil yang menguntungkan untuk pihak investor.

Industri Tekfin Peer-to-Peer Lending termasuk dalam Industri Kreatif Non-Bank yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di sektor jasa keuangan di OJK.

Layanan Peer-to-Peer Lending ini sudah diatur melalui Peraturan OJK (POJK) Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI), yang dikeluarkan pada tanggal 29 Desember 2016.

Sejak terdaftar pada tanggal xx/xx/xx, Avantee Capital berada dalam pengawasan OJK.

Seluruh proses pengajuan pinjaman dan penempatan investasi dilakukan secara daring/online, yaitu dengan mengakses situs avanteecapital.com melalui komputer atau HP.

Adapun kepatutan suatu pengajuan pinjaman dilakukan melalui Model Penilaian Risiko Kredit yang didalamnya terdapat aspek acuan Kriteria Penerimaan Risiko (Risk Acceptance Criteria) dan bobot risiko tertimbang, Proses melalui model ini akan menghasilkan kategori risiko kredit (Credit Grading) untuk dinilai apakah pengajuan pinjaman ini layak untuk ditempatkan di Marketplace guna mendapatkan pendanaan, dan pada tingkat suku bunga berapa.

Persetujuan listing pinjaman untuk ditampilkan dalam Marketplace harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari anggota Komite Kredit Avantee Capital sesuai dengan kewenangan masing-masing anggota.

Avantee Capital pada dasarnya hanya mengambil Komisi (Market Placement Fee) dari nasabah peminjam. Sedangkan bunga pinjaman hampir seluruhnya diserahkan kepada pihak investor.

Sebagai perusahaan tekfin Peer-to-Peer Lending, Avantee Capital tidak diperbolehkan untuk menerima simpanan dari pihak investor. Semua dana tetap atas nama investor di rekening Virtual Account. Pada saat pendanaan crowdfunding telah selesai, barulah dana tersebut dipindahkan ke rekening Virtual Account peminjam.

Hanya orang-orang yang ditunjuk oleh Avantee Capital

Perusahaan berbentuk UD, CV, dan PT

  1. Perusahaan sudah beroperasi minimum 3 tahun,
  2. Minimum pendapatan/penjualan kotor perusahaan per tahun adalah IDR 5 (lima) Milyar, dan maksimum adalah IDR 500 (lima ratus) Milyar,
  3. Perusahaan memiliki Akta Pendirian, Surat Keterangan Domisili (SKD), NPWP, SIUP, dan TDP yang masih berlaku,
  4. Pemilik dan pengurus perusahaan memiliki KTP dan NPWP yang masih berlaku,
  5. Baik nama perusahaan, pemilik, maupun pengurus perusahaan tidak terdapat dalam Daftar Hitam Nasional (DHN),
  6. Kolektibilitas Pinjaman Bank Indonesia/SID Checking dalam status 1 (Lancar),
  7. Perusahaan memiliki laporan keuangan dalam 3 tahun terakhir,
  8. Perusahaan memiliki rekening koran/tabungan operasional dalam 3 bulan terakhir,
  9. Pemilik perusahaan dapat membuka cek pribadi sebagai alternatif pembayaran jika terjadi gagal bayar oleh perusahaan peminjam,
  10. Pemilik dan pengurus perusahaan memiliki email pribadi dan nomor HP pribadi yang bisa dihubungi, dan
  11. Memiliki dokumen asli dasar peminjaman (underlying transaction document), seperti Surat Kontrak, SPK, Tagihan Piutang/Invoice, PO atau sejenisnya yang masih valid dan belum dipakai untuk meminjam dari tempat lain.

Ikuti langkah-langkah berikut ini :

  1. Akses ke situs www.avanteecapital.com,
  2. Masuk ke layar Pinjaman,
  3. Ajukan pinjaman dengan memilih produk pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan anda,
  4. Isi aplikasi pinjaman dan melengkapi semua informasi yang dibutuhkan,
  5. Unduh semua dokumen yang diminta,
  6. Periksa kembali kebenaran dan kelengkapan semua informasi/data yang telah anda masukkan sebelum dikirim kepada Avantee Capital, dan
  7. Dalam waktu yang relatif singkat, tunggu jawaban dari Avantee Capital mengenai status proposal pinjaman perusahaan anda,
  8. Apabila memenuhi kriteria Avantee Capital, kami akan melakukan survei ketempat usaha anda untuk mendapatkan informasi dan dokumen lanjutan, dan
  9. Perusahaan anda akan dimasukkan ke Marketplace Avantee Capital jika memenuhi kriteria penilaian risiko kredit.

Benar. Dan tidak tertutup kemungkinan terjadinya indikasi tindakan pidana apabila informasi dan dokumen yang diberikan itu ternyata palsu dan menimbulkan kerugian terhadap pihak investor.

Tidak perlu. Kami akan menghubungi anda lewat email apabila sudah ada hasil analisa.

Bisa, tapi anda akan dikenakan biaya pembatalan sebesar Rp 2 (dua) juta

Tidak bisa. Kewenangan dan hak sepenuhnya ada dipihak Avantee Capital. Kami berhak untuk tidak memberikan alasan dibalik penolakan.

Virtual Account adalah rekening tidak nyata (virtual) yang berisikan ID customer, yang dibuat oleh bank penyelenggara virtual account atas permintaan perusahaan, untuk melakukan transaksi keuangan. Saldo minimum untuk Virtual Account Peminjam adalah Rp 3 (tiga) juta.

Tergantung hasil Penilaian Risiko Kredit Perusahaan Anda, dan jangka waktu pinjaman

Berkisar antara 1,5% - 7,0% tergantung jangka waktu pinjaman

Cek pribadi diserahkan pada saat survei dengan tanda terima resmi dari Avantee Capital. Cek-cek yang dikeluarkan mencakup masing-masing untuk pembayaran bunga dan untuk pembayaran hutang pokok

Mohon cantumkan diatas cek pribadi sebagai berikut :

  1. Nilai Pinjaman Yang Diajukan dan nilai kewajiban pembayaran bunga bulanan (dengan asumsi bunga 20% per tahun),
  2. PT Grha Dana Bersama sebagai pihak yang diuntungkan (beneficiary),
  3. Tanda tangan sepatutnya (duly signed) oleh pihak (pihak-pihak) yang bewenang

Catatan : Tanggal diatas cek pribadi tersebut dikosongkan/jangan diisi

Sepenuhnya aman karena cek pribadi dibuka atas nama PT Grha Dana Bersama sebagai pihak yang diuntungkan (beneficiary) sehingga risiko disalah gunakan oleh pihak lain yang tidak berhak sangat kecil. Selama dalam penguasaan kami, cek pribadi anda akan kami simpan di kotak simpan (safe deposit).

Kami memberikan 2 alternatif :

  1. Kami akan coret silang dan menuliskan/stempel GAGAL PENDANAAN. Lalu kami akan foto dan kirim ke email anda, atau
  2. Kami akan coret silang dan menuliskan/stempel GAGAL PENDANAAN. Kemudian anda mengirimkan kurir anda untuk mengambil cek yang bersangkutan.

Apabila cek tidak diambil dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja, maka kami akan memusnahkannya.

Kami memberikan 2 alternatif :

  1. Kami akan coret silang dan menuliskan/stempel TELAH LUNAS. Lalu kami akan foto dan kirim ke email anda, atau
  2. Kami akan coret silang dan menuliskan/stempel TELAH LUNAS. Kemudian anda mengirimkan kurir anda untuk mengambil cek yang bersangkutan.

Apabila cek tidak diambil dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja, maka kami akan memusnahkannya.

Sesuai dengan perjanjian yang telah disetujui, maka cek pribadi anda akan dikliringkan sebagai alternatif pelunasan kewajiban pembayaran bunga/hutang pokok.

Perorangan dan Institusi yang berdomisili di Indonesia

  1. Warga Negara Indonesia (WNI) atau Perusahaan Yang Berdomisili di Indonesia,
  2. Untuk Perorangan minimal usia 17 tahun,
  3. Memiliki KTP (KIMS/KITAS) dan NPWP yang mash berlaku, dan
  4. Untuk investor institusi harus memiliki Surat Keterangan Domisli (SKD), NPWP, SIUP, dan TDP yang masih berlaku.

Ikuti langkah-langkah berikut ini :

  1. Akses ke situs www.avanteecapital.com,
  2. Masuk ke layar Investasi,
  3. Isi aplikasi investasi dan melengkapi semua informasi yang dibutuhkan,
  4. Unduh semua dokumen yang diminta,
  5. Periksa kembali kebenaran dan kelengkapan semua informasi/data yang telah anda masukkan sebelum dikirim kepada Avantee Capital,
  6. Dalam waktu yang relatif singkat, tunggu jawaban dari Avantee Capital mengenai status KYC anda,
  7. Isi rekening Virtual Account anda, dan
  8. Masuk ke Marketplace, lalu mulai lah berinvestasi dengan memilih UKM yang ingin anda dukung.

Virtual Account adalah rekening tidak nyata (virtual) yang berisikan ID customer, yang dibuat oleh bank penyelenggara virtual account atas permintaan perusahaan, untuk melakukan transaksi keuangan. Saldo minimum untuk Virtual Account Investor adalah Rp 1 (satu) juta.

Bisa, selama itu dari bank komersial (bank asing, bank pemerintah, bank swasta nasional, dan bank daerah) yang beroperasi di Indonesia.

Tidak ada jaminan/garansi atas investasi. Akan tetapi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Avantee Capital akan tetap membantu pengembalian investasi dengan menunjuk pihak ketiga yang berkompeten untuk melakukan tagihan. Risiko penagihan ada seluruhnya dipihak ketiga tersebut, dan baik Avantee Capital maupun pihak investor dibebaskan dari seluruh tanggung jawab yang mungkin timbul dalam proses penagihan.

Sangat tidak disarankan karena staf Avantee Capital tidak berwenang/berkompeten memberikan advis tentang pilihan investasi. Avantee Capital hanya pengelola Marketplace, bukan manager investasi.

Dapat ditujukan melalui email support@avanteecapital.com. Setiap masukan/kritik anda sangat kami hargai, dan akan kami tindak lanjuti secepatnya.